Pelatihan Bahasa Inggris bagi Pelaku Wisata di Desa Wisata Bongan

Desa Wisata Bongan memiliki berbagai keunikan yang dapat dijadikan sebagai potensi atau daya tarik wisata baik wisatawan lokal maupun wisatawan manca Negara yaitu daya tarik alam, budaya, kuliner, dan spiritual. Beberapa keunikan atau daya tarik yang dimiliki Desa Bongan, yaitu: Situs Patih Kebo Iwa, Upacara Ngaben Tikus, Desa Bongan juga memiliki potensi wisata Burung Jalak Bali, Pura Puseh Bedha dan Pura Balang Tamak, Tradisi Mesuryak yang masih dilaksanakan turun-temurun di Desa Bongan bertepatan pada Hari Raya Kuningan.

Dengan berbagai keunikan tersebut dan dengan didukung status Desa Bongan saat ini sebagai desa wisata, maka untuk menarik minat kunjungan wisatawan diperlukan SDM yang memiliki kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris untuk meningkatkan pelayanan terhadap wisatawan asing yang dating bukan saja sekedar berkunjung tetapi juga menginap, makan dan minum di desa wisata Bongan ini. Sumber daya manusia yang perlu di tingkatkan yaitu kemampuan berbahasa inggris bagi para pelaku Pariwisata. Dengan kemampuan yang dimiliki oleh para pelaku pariwisata dalam berkomunikasi bahasa Inggris, maka sangat mungkin akan menjadikan desa wisata Bongan menjadi destinasi yang dicari dan diminati oleh wisatawan asing.

Berdasarkan Panduan Pengabdian Kepada Masyarkat, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Tahun 2011 dan Panduan Pengabdian Masyarakat Politeknik Internasional Bali Tahun 2017 serta Undang-Undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, program Tridharma Perguruan Tinggi merupakan hal yang wajib dilaksanakan oleh setiap dosen ataupun mahasiswa. Salah satu bentuk dari Tridharma Perguruan Tinggi adalah pengabdian kepada masyarakat. Di tengah situasi maraknya kasus akibat virus corona, tim dosen dan mahasiswa Politeknik Internasional Bali (PIB) melakukan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Wisata Bongan, dengan tetap mentaati protokol kesehatan pada pelaksanaannya. Tim pelaksana PKM melakukan kegiatan pelatihan Bahasa Inggris bagi para pelaku pariwisata untuk mempersiapan diri dalam pelayanan yang lebih baik di masa mendatang.

Tim pelaksana memberikan pelatihan Bahasa Inggris kepada masyarakat Desa Bongan khususnya para pelaku pariwisata untuk dapat meningkatkan kemampuan serta mampu berbenah diri dan mengasah diri untuk pelayanan pariwisata yang lebih baik. Masyarakat desa diberi pelatihan bahasa Inggris terkait dengan pelayanan yang baik yaitu etika berkomunikasi yang baik dan sopan, pengucapan salam dan ungkapan-ungkapan yang ada dalam bahasa Inggris sesuai dengan situasi yang ada, sehingga ada kepuasan dan mengurangi kesalah-pahaman dalam pelayanan yang diberikan.

Pelaksanaan PKM berlangsung selama 3 hari yaitu pada tanggal 3-5 November 2020. Selama pelaksanaan PKM, tim pelaksana PIB berinteraksi aktif dalam melatih para pelaku pariwisata, sehingga mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan wisatawan asing.

You might be interested in …

Pengembangan Desa Wisata Bongan Kerjasama dengan Dulux Waterpaint

Berita dan Acara

Pengembangan desa wisata Bongan Kerjasama dengan Dulux Waterpaint. Politeknik Internasional Bali menggandeng Dulux Waterpaint dan Institut Desain & Bisnis (IDB) Bali untuk pembuatan mural di Daya Tarik Wisata Air Terjun Grembengan. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Pendampingan Desa Wisata Bongan sekaligus implementasi dari salah satu peran Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat yang […]

Read More

Pembagian Sembako untuk Masyarakat Kurang Mampu di Bali Dalam Rangka HUT Direktur PIB dan Hari Imlek 2021

Berita dan Acara

Dalam rangka memperingati HUT Direktur PIB dan perayaan Tahun Baru Imlek 2021, Dosen dan mahasiswa PIB berbagi kasih dan kebahagiaan kepada masyarakat kurang mampu di beberapa wilayah di Bali. Kegiatan sosial ini di dukung oleh Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) dan INTI Klub Bali Sehat. Semoga apa yg diberikan dapat bermanfaat.

Read More

Program CHSE Desa Wisata Bongan dan Politeknik Internasional Bali

Berita dan Acara

Protokol kebersihan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability) merupakan syarat utama yang harus dipenuhi oleh setiap destinasi wisata maupun daya tarik wisata pada era new normal. Penerapan CHSE yang baik pada setiap destinasi wisata secara tidak langsung akan memberi rasa aman dan nyaman terhadap wisatawan yang datang berkunjung tanpa adanya rasa khawatir terpapar […]

Read More